20140721-070805-25685129.jpg

Disewakan tipe studio di apartemen maple park. Rp 27 juta/ tahun. All furnish and electronic is new. Call 0818738552.



http://m.hukumonline.com/klinik/detail/lt4c67f00aedacd/apartemen-hgb-di-atas-hpl.

Kamis, 21 Oktober 2010 – dibaca:10860
Apartemen HGB di Atas HPL
steff
Kategori:Pertanahan & Perumahan
Salam Pak HukumOnline.com Saya berencana membeli apartemen second (apartemen yang sudah jadi, beroperasional) dari seorang pemilik unit apartemen di daerah Kemayoran, Jakarta. Tetapi, setelah mengetahui bahwa status tanah di apartemen tersebut adalah HGB di atas HPL (dalam hal ini katanya Sekneg/Pengelola Kemayoran), saya menjadi agak ragu. Keraguan saya adalah: 1. Jangka waktu HGB tinggal 13 tahun, dan katanya dapat diperpanjang kembali (20 tahun?) dengan membayar biaya pengurusan. Hal ini tidak terlalu masalah. 2. Setelah memperpanjang (20 tahun berikutnya) dan sudah habis. Apa yang akan terjadi dengan unit apartemen yang saya miliki? Apakah diperpanjang kembali dengan biaya tertentu (jika pihak pemegang HPL mengabulkannya) atau kepemilikan saya hilang (jika pihak pemegang HPL tidak mengabulkannya). Jika dapat diperpanjang kembali dengan biaya tertentu, tidak masalah. Tetapi, jika tidak dapat diperpanjang lagi, apakah unit apartemen tersebut hangus begitu saja? Mohon penjelasannya. Terima kasih.
Jawaban:

Shanti Rachmadsyah, S.H.
Untuk Hak Guna Bangunan (“HGB”) memang diberikan untuk jangka waktu tertentu, yaitu untuk jangka waktu maksimal 30 tahun. Setelah 30 tahun, HGB tersebut dapat diperpanjang jangka waktunya untuk maksimal 20 tahun (lihat pasal 35 ayat [1] dan ayat [2] UU No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria).

Bagaimana dengan HGB yang sudah habis masa berlakunya dan sudah pula habis masa perpanjangannya? Untuk HGB seperti ini dimungkinkan untuk diberikan pembaharuan, sebagaimana diatur dalam pasal 25 PP No. 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai atas Tanah (“PP 40/1996”):

“Sesudah jangka waktu Hak Guna Bangunan dan perpanjangannya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) berakhir, kepada bekas pemegang hak dapat diberikan pembaharuan Hak Guna Bangunan di atas tanah yang sama.”

Syarat permbaruan tersebut selanjutnya diatur dalam pasal 26 PP 40/1996, yaitu:
1. tanahnya masih dipergunakan dengan baik sesuai dengan keadaan, sifat dan tujuan pemberian hak tersebut;
2. syarat-syarat pemberian hak tersebut dipenuhi dengan baik oleh pemegang hak;
3. pemegang hak masih memenuhi syarat sebagai pemegang HGB;
4. tanah tersebut masih sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah yang bersangkutan;
5. mendapat persetujuan dari pemegang Hak Pengelolaan.

Permohonan pembaharuan HGB harus diajukan selambat-lambatnya dua tahun sebelum berakhir jangka waktu HGB tersebut (lihat pasal 27 PP 40/1996). Jadi, untuk tanah HGB yang sudah habis jangka waktunya dan sudah pula diperpanjang, bisa diberikan pembaruan HGB atas tanah tersebut.

Demikian penjelasan kami, semoga bermanfaat.

Dasar hukum:
1. Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria
2. Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan Hak Pakai atas Tanah



Harga Rumah Melesat, Apartemen Jadi Pilihan http://kom.ps/AF5fPM

TANGERANG, KOMPAS.com Tak dimungkiri, gaya hidup hunian vertikal di Kota Tangerang sudah bukan lagi merupakan sebuah tren, melainkan kebutuhan. Ketersediaan lahan kosong yang dikuasai pengembang besar memicu melonjaknya harga hunian tapak (landed house)dan mendorongkonsumen beralih membeli apartemen.

Bayangkan, harga rumah mengalami kenaikan rerata 20,45 persen. Harga hunian tipe 36/72 meter persegi saja sudah mencapai Rp 500 juta, apalagi dengan luas bangunan di atasnya. Dalam pameran properti REI Ekspo 2013 Ke-26 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), pekan ini, tak terdapat pengembang yang memasarkan proyek barunya di Kota Tangerang dengan harga di bawah Rp 500 juta per unit.

Bahkan, PT Modernland Realty Tbk, sebagai salah satu pemain yang menguasai lahan ratusan hektar, memasarkan produk terbarunya, kluster Garcia di Kota Modern, dengan patokan harga di atas Rp 1 miliar.Rumah dua lantai bergaya modern kontemporer dengan 3 pilihan tipe, yakni tipe 81/104, 165/120, dan 202/180 dibanderol Rp 1,2 miliar hingga Rp 3 miliar.

Jadi, wajar saja bila kelas menengah kota ini memalingkan prioritas pembelian pada apartemen yang masih menawarkan harga bersahabat. Meski demikian, sejatinya, tren apartemen sudah marak sejak empat tahun silam. Saat itu, Golf Apartment milik Modern Realty sebagai apartemen subsidi pertama di Kota Tangerang diresmikan. Dengan harga jual mulai dari Rp 144 juta, apartemen ini diserbu konsumen.Sekarang, harga di pasar second sudah menyentuh angka Rp 450 juta.

Menyusul kesuksesan apartemen ini, masuk Broadbiz Asia dengan melansir dua proyek sekaligus, yakni Paragon Square dan Paragon Village sebanyak 1.272 unit. Mereka menyasar para karyawan yang bekerja di industri-industri yang banyak tersebar di kota ini. Oleh karena itu, harga jualnya pun terhitung terjangkau, mulai dari Rp 200 juta hingga Rp 600 juta per unit.

Sementara itu, U Residence yang dikembangkan PT Supermal Karawaci lebih mengarah kepada pasar mahasiswa karena, memang, lokasinya berdekatan dengan Universitas Pelita Harapan, Karawaci. Pengembang ini membangun sebanyak 1.000 unit dengan harga di atas Rp 400 juta.

Adapun Grup Trivo, melalui PT Pancakarya Griyatama, memasarkan Sudirman One Residence dalam kompleks pengembangansuperblockTangcity. Harga perdana yang ditawarkan Rp 500 juta hingga Rp 1,5 miliar.

Keberadaan apartemen-apartemen tersebut menggenapi hasil survei Bank Indonesia yang dilansir pada Agustus 2013 lalu. Hingga kuartal-II 2013, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan memasok sekitar 5.312 unit. Dari pasokan sebanyak itu, 95 persen di antaranya sudah terjual atau mengalami peningkatan 1,3 persen dari kuartal sebelumnya.

Adapun apartemen yang masih dalam tahap konstruksi mencatat rerata tingkat penjualan sebesar 73 persen.

Meningkatnya permintaan yang terlihat dari tingkat penjualan tersebut direspons oleh pengembang dengan menaikkan harga jual mencapai 2,51 persen menjadi Rp 13,43 juta per meter persegi.



Aria W. Yudhistira

www.satunegeri.comKATADATA – Perseteruan antara penghuni apartemen Graha Cempaka Mas dan PT Duta Pertiwi Tbk. milik Sinar Mas Group memasuki babak baru. Mayor Jenderal (Purn) Saurip Kadi, Ketua Forum Komunikasi Warga Graha Cempaka Mas, sempat ditangkap oleh Kepolisian Resor Jakarta Pusat pada 20 Januari lalu.

“Tidak ada surat penangkapan. Tadinya dibawa ke Polsek Kemayoran. Kemudian setelah Pak Yoyol datang ke Cempaka Mas, Pak Saurip dibawa ke Polres,” kata Justiani Lim, istri Saurip Kadi, saat dihubungi Katadata, Rabu sore (29/1). Yoyol yang dimaksud oleh Justiani adalah Angesta Romano Yoyol, Kapolres Jakarta Pusat.

Menurut Justiani, Saurip Kadi ditangkap sekitar pukul 22.00. Namun yang membuatnya heran, tidak ada laporan pengaduan yang menjadi dasar penangkapan mantan Asisten Teritorial Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu. Laporan pengaduan baru muncul sekitar pukul 02.00, atau sekitar 4,5 jam setelah Saurip Kadi ditangkap.

“Laporannya dibuat oleh Robertus Satriotomo, Manajer Properti Duta Pertiwi,” kata Justiani. “Bapak baru boleh pulang pukul 05.00 subuh, setelah dibuatkan BAP (Berita Acara Pemeriksaan).”

Justiani menduga, penangkapan tersebut terkait dengan kisruh pengelolaan apartemen antara pihak penghuni dengan pihak pengembang di bawah payung Grup Sinar Mas itu.

Kisruh bermula ketika awal tahun lalu Duta Pertiwi sebagai pengembang apartemen Graha Cempaka Mas mengumumkan kenaikan tarif listrik, air dan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) kepada penghuni apartemen.

Sebagian warga menolak keputusan kenaikan berbagai iuran itu. Mereka tergabung dalam Forum Komunikasi Warga Graha Cempaka Mas yang dipimpin oleh Saurip Kadi.

Mereka menuding Duta Pertiwi tidak transparan dalam pengelolaan dana iuran. Selain itu, sebagai pemilik apartemen mereka meminta transparansi pendapatan dari parkir, kios dan tower antena yang semuanya masuk ke brankas Duta Pertiwi.

Forum Komunikasi Warga kemudian melaporkan Duta Pertiwi ke polisi dengan tuduhan melakukan kecurangan dalam pengelolaan apartemen. Tindakan ini berbuah balasan laporan balik Duta Pertiwi ke polisi terhadap Saurip Kadi yang dituding telah melakukan fitnah dan pencemaran nama baik. Laporan inilah yang akhirnya berujung pada penangkapan Saurip Kadi pada Senin dua pekan lalu.

Saat dimintai konfirmasi, Yoyol membantah telah menangkap Saurip Kadi. Dia bahkan mengaku tidak tahu-menahu kasus yang melibatkan Saurip Kadi. “Benar saya Kapolresnya, tapi saya tidak tahu soal penangkapan tersebut,” ujarnya.

Penjelasan berbeda tetap diberikan oleh Justiani. Ia bahkan menyatakan bahwa penangkapan suaminya telah menyalahi prosedur. Atas dasar itu, Saurip Kadi pada Rabu pagi ini melaporkan Yoyol ke Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri. Selain Kapolres, Saurip juga melaporkan Kepala Polsek Kemayoran Marupa Sagala. “Siang tadi di-BAP di Bareskrim Mabes Polri,” kata Justiani. – See more at: http://m.katadata.co.id/mDetail.aspx?CAT=1&SUBCAT=1&SN=news&TITLE=kisruh-cempaka-mas-jenderal-saurip-kadi-ditangkap&AID=1096#sthash.pDprKIJa.dpuf



Karena sangking seringnya saya menerima SMS yang bertujuan untuk menipu, maka jika mendapat SMS yang isi kurang lebih seperti ini : “saya tertarik dg rumah anda, dan mau transfer tanda jadi ,mhn hubungi suami sy H. Ahmad di no 081********. ” saya udh refleks untuk mengabaikannya saja.

Sekedar untuk berbagi pengalaman saja dengan teman-teman yang lain , agar jangan sampai ada yg tertipu oleh orang- orang yang tidak bertanggung jawab itu.
Untuk para pemilik rumah, apartemen atau ruko yang memasang iklan sendiri di media cetak atau pun media online, mungkin tips ini bisa di jadikan masukkan :

* Logika dan nalar tetap harus jalan biarpun senang sekali mendapat telephone atau SMS yang menyatakan ada yang mau memberi tanda jadi. Perlu sekali menanyakan properti yang mana yang mau di kasih tanda jadi. Percayalah, penipu ini tidak akan bisa kasih jawaban yang spesifik karena mereka SMS secara random dari semua iklan yang dipasang.

* Waspada jika ada orang yang hanya by phone tanpa melihat propertinya , tapi mau memberikan tanda jadi. Bohong sekali itu, biarpun mereka biasanya akan menjawab sudah melihat, atau sudah tau.

*Selalu tanya nama mereka yang mengaku sudah melihat propertinya. Boleh juga kita bilang tidak ada yang namanya disebut itu sudah datang melihat. Nanti jawaban mereka akan berganti- ganti tidak jelas gitu.

*Selalu minta datang untuk berjumpa ( kopi darat) jika mau memberikan tanda jadi. Nanti mereka akan alasan sedang ada di daerah Kalimantan atau Batam dan akan transfer saja. Nah, disinilah mereka mau mulai menjebak anda. Jika anda bilang ok untuk via transfer maka tidak lama lagi anda akan mendapat telephone yg menyatakan kalau uang sudah ditransfer. Dan anda akan di suruh untuk cek via ATM dengan segera. Bila anda sudah ada di depan ATM nanti akan dapat telephone lagi dari orang yang mengaku dari bank. Biasanya dari bank BCA. Lalu menyuruh anda mengikuti instruksi dari dia untuk mengecek apakah uang yg ditransfer itu sudah masuk. Bila anda ikuti terus instruksinya, nanti yang ada malahan anda menstransfer uang anda ke rekening mereka.
Beberapa orang yg terkena tipu selalu bilang karena kena hipnotis, padahal menurut saya bukan terkena hipnotis tetapi karena manusia tidak bisa berfokus dengan 2 kegiatan secara bersamaan sekaligus. Dan mereka para penipu mempergunakan celah ini. Yaitu kita dibimbing via telephone ( panca indra pendengaran) dan di suruh membaca instruksi di layar ATM BCA ( panca indra penglihatan). Cuma karena suara by phone yg lebih dominan, jadinya membaca instruksi di layar ATM nya yg kalah. Sehingga kita merasanya seperti di hipnotis.

Demikian sedikit dari pengalaman saya. Semoga bisa berguna untuk teman- teman sekalian.



Pengalaman saya sebagai agen spesialis apartemen yang sudah 8 tahun, membuat saya mengetahui benar mana furniture atau pun design interior yang cocok dan bisa bertahan lama untuk unit apartemen.

Alangkah baiknya jika bahan yang di pakai adalah full triplek asli , jangan memakai kayu yang terbuat dari serbuk di pres. Hal ini untuk ketahanan dari furniture. Karena untuk tembok yang bersebelahan dengan kamar mandi, sering kali lembab dan menimbulkan rayap.
Saya juga sangat tidak menyarankan memakai kayu parkit atau pun karpet untuk di lantainya. Karena maintenancenya yang susah, mengingat unit- unit di apartemen banyak yang buat disewakan. Jika pemakai unitnya tidak bersih alias jorok, maka kayu parkitnya bisa cepat busuk ataupun di makan rayap. Untuk karpet akan menjadi bau , yg membuat penghuni tidak nyaman tinggal di unit tersebut lagi.
Untuk dinding atau tembok, saya juga tidak menyarankan memasang wall paper, karena jika ada kebocoran akan membuat susah di lihatnya. Dan kerugian buat pemilik unit karena harus mengganti wall paper tersebut secara keseluruhan, mengingat wall paper yang dulu belum tentu masih di jual lagi. Cukup dengan cat saja. Murah, meriah dan mudah. Jika sudah kotor dindingnya tinggal di cat lagi saja dan unit pun bersih kembali.

Untuk warna dari furniture, saya menyarankan untuk ruangan yang kecil kita memakai warna-warna terang saja , sehingga memberi kesan luas. Jika perlu , bisa juga memakai kaca di dindingnya.
Alangkah baiknya juga furniture dibuat build -in. Hal ini untuk daya tahan dari furniture itu sendiri. Karena dari pengalaman saya, furniture yang bisa di geser- geser dan di pindah- pindah, gampang rusaknya.

Selamat mendesign unit apartemen anda.



Di jual apartemen mediterania lagoon lt 5 . Hadap pool dengan kondisi semi furnish. Sudah sertifikat. Harga rp 1,2 M. Berminat ? Hubungi Lita 0818738552

20130702-071914.jpg

20130702-071940.jpg

20130702-071930.jpg

20130702-071951.jpg



Di sewakan tempat unk kantor agen properti. Harga rp   35 juta/thn. Hubungi 0818738552



image

Mediterania lagoon kemayoran tipe 4+1 kamar tidur. Ukuran 200m2. Tipe unik dan langka di mediterania lagoon.



Victory 88 mencari unit untuk di jual atau pun disewakan yang berada di apartemen mediterania Palace, lagoon dan boulevard. Segera hubungi Lita di 0818738552



« Older Entries